Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Oktober 2015

MENGENAL MASJID KANDANG KUDA.
MASJID TERTUA
DI JAKARTA SELATAN.
Masjid Jami' Al'Atiq di Kampung Melayu Besar kawasan Tebet, Jakarta Selatan ini, di yakini secara lisan oleh masyarakat setempat sebagai masjid tertua
di Jakarta selatan.
Masjid ini awalnya didirikan sebagai sebuah Mushola bagi pasukan Banten yang menyerbu Batavia.
Awalnya masjid ini bernama masjid. KANDANG KUDA.
Karena berada diwilayah perkampungan tukang Sado dan Delman.
Kemudian namanya berubah menjadi Masjid Jami, Kampung Melayu.
Pada tahun 1970.an
Oleh Gubernur. Dki jakarta, yaitu Bang Ali Sadikin beliau memberi nama dari Masjid Jami,kampung melayu menjadi masjid jami. AL-ATIQ. Dan sejak saat itu
untuk masjid ini namanya menjadi Al-Atiq
Dari kata Al. Atiq. Sendiri memilki makna tertua, sesuai dengan sejarah lisan yg didapat dari masyarakat setempat. yang mengatakan Masjid ini sebagai masjid tertua di Jakarta selatan.
Ketuaan masjid ini sudah hampir tak terlihat lagi dngan bentuk bangunan yang sudah mengalami renovasi menjadi bangunan beton.
Walaupun masih ada menyisahkan beberapa pernik aslinya.
Ditambah lagi ketiadaan bukti tertulis secara otentik yg mencatat tentang pastinya sejak kapan pertama kali masjid ini dibangun.
Namun salah satu versi sebagai nara sumber yg menyebutkan sejarah masjid ini.
Disebutkan bahwa masjid ini pertama kali dibangun oleh Sultan pertama Banten.
Yaitu Sulthan Maulana Hasanudin.
Yang berkuasa ditahun.1552. M -1570. M.
Beliau adalah putra dari Sunan Gunung Jati dari Cirebon..
Yg pada saat itu hanya berupa Musholah yg digunakan untuk sholatnya dari para pasukan bala tentaranya sulthan Hasanudin.
BAGA SASI. Adalah bekas ibu kota dari kerajaan Tarumanagara.
BAGA. artinya TEMBAGA, atau merah tembaga. SASI artinya BULAN jadi kalau dibaca lengkap
Menjadi BAGASASI. Yang Artinya. BULAN TEMBAGA. ( Merah Tembaga) sekarang menjadi kota BEKASI.. Bekas keraton kerajaan Tarumanagara.
Berada didaerah bekasi utara. Masyarakat menyebutnya Hutan Gedong. Kenapa disebut hutan gedong. ?
Karena didaerah ini banyak terdapat Puing puing bekas bangunan bangunan dimasa lalu.. Yg sekarang sedang dalam penelitian dari TIM ARCA.
( Arkeologi Cakti ) dan tim dari. LKP2I.
( lembaga kajian dan penelitian proto sejarah indonesia)
Dibawah binaan Saya sendiri.
Bekerja sama dengan dirjen budaya dan pariwisata Bandung
KESENIAN TOPENG BANJET( topeng betawi)
Kesenian tersebut bila dibetawi disebutnya kesenian TOPENG.
Kalau dikarawang
disebutnya Topeng Banjet.
Kesenian tersebut menggunakan alat alat musiknya terdiri dari Gendang tiga buah, gendang besar satu buah, gendang kecil dua buah. Gong dua buah. Namun dalam kesenian topeng ini dalam alat musik gong dia tidak menggunakan gong besar. Namun menggunakan gong kempul dan gong angkog.
Gong angkog adalah gong yg terbuat dari pelat dan tahang kayu.
Yang bentuknya spt tempat mengambil air disumur. Dan alat musik lainnya adalah Rebab, ketuk tilu (kenong) kecrek, alat alat musik ini mirip dgn alat musik pada umumnya kesenian dijawa barat dan betawi. Namun yg nampak beda adalah jenis gong besarnya, yaitu menggunakan gong angkog.
-
KESENIAN TOPENG ADALAH.
Jenis kesenian Teater Rakyat.
Pertunjukannya menggunakan lakon atau cerita.
Biasanya lakon yg dibawakan tentang rumah tangga, tentang jawara jawara, dan tentang tuan tanah dimasa lalu.. Atau juga drama percintaan.
Namun ada cerita yang sangat khusus, yang hanya dimiliki kesenian Topeng.. Yaitu cerita SIJANTUK.
Cerita drama keluarga pedesaan yg penuh canda dan pantunan, biasanya cerita ini dimaikan menjelang pagi hari., seusai cerita jawara jawara. Kisah si jantuk adalah cerita karangan untuk mengisi selingan agar para penontong jgn tertidur, makanya tokoh dalam cerita ini dikasih nama JANTUK, Nama jantuk adalah singkatan dari kata JANGAN NGANTUK.
-
pada babak awal pertunjukan kesenian ini adalah dibuka dgn instrumental, namun nada intronya pada instrumental musiknya mirip dengan kesenian pendet dari bali. Sepeprtinya kesenian ini perpaduan antara Bali, Cina. Sunda. Cirebon dan betawi.
Dari unsur balinya jelas terlihat dari instrumental musik dan gerakan pada tariannya. Dari unsur cina jelas terlihat dari pakaian sang penari, dari unsur sunda terlihat jelas pada lagu lagu yg dibawakan oleh sindennya semua lagu lagunya berbahasa sunda.
Dari unsur Cirebon jelas terlihat dari topeng yg dipakai sang penari, dari unsur betawi dari logat bahasa yg digunakannya.
-
kesenian ini berdirinya tdk ada yg tahu pasti, namun bila diteliti ada kemungkinan berdirinya sejak masuknya pasukan tentara mataram kebatavia (betawi) sekitar abad ke 15. M.
-
begitulah sekelumit kisah tentang TOPENG BANJET ATAU TOPENG BETAWI.